Langsung ke konten utama

PENGARUH PEMBARUAN ISLAM DI INDONESIA

    


    Penjajahan telah menumbuhkan kesenjangan dan penyakit sosial yang begitu akut di masyarakat. Hal tersebut berpengaruh terhadap perilaku keagamaan di masyarakat. Iklim yang tidak kondusif juga berpengaruh terhadap dinamika ilmu pengetahuan dan sains. Masalah sosial yang begitu kompleks akhirnya membangunkan para tokoh-tokoh keagamaan (ulama) dan tergerak untuk bangkit menumbuhkan ghirah keilmuan dan perjuangan mewujudkan kemerdekaan. 

   Kemajuan umat Islam di Indonesia dipengaruhi oleh peran para tokoh dari berbagai organisasi keislaman yang ada di Indonesia. Karena organisasi keagamaan bisa dijadikan sebagai wadah untuk mengakomodir gerakan sosial, politik dan kemasyarakatan. Peranan aktif para tokoh dan organisasi dalam mendukung kegiatan keagamaan, sosial dan politik menjadikan Indonesia selangkah lebih maju dari bangsa-bangsa lain di dunia. Organisasi keagamaan di Indonesia telah mendorong proses transformasi sosial dan budaya bangsa Indonesia.

Kompetensi Dasar Pengetahuan (Kemampuan yang harus ananda kuasai dari materi ini dari segi pengetahuan):

3.12. Menganalisis pengaruh gerakan pembaruan terhadap perkembangan                      Islam di Indonesia

3.13. Menganalisis munculnya organisasi Islam sebagai dampak dari                                 adanya gerakan pembaruan

Kompetensi Dasar Keterampilan (Kemampuan yang harus ananda kuasai dari materi ini dari segi keterampilan):

4.12. Mengidentifikasi pengaruh gerakan pembaruan Islam

4.13. Mengidentifikasi organisasi Islam yang muncul sebagai dampak adanya                 gerakan pembaruan

TUJUAN PEMBELAJARAN:

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan antara gerakan pembaruan Islam dengan perkembangan Islam di Indonesia.
  2. Peserta didik mampu memberikan argument dari hubungan antara gerakan pembaruan dengan lahirnya organisasi Islam di Indonesia. 
  3. Peserta didik mampu menyusun hikmah lahirnya organisasi Islam terhadap perkembangan Islam saat ini di Indonesia.

PRA WACANA:
   Modern adalah sikap dan cara berikir serta bertindak sesuai dengan perkembangan zaman. Modernisasi adalah proses pergeseran sikap mental sebagai bagian dari masyarakat untuk hidup sesuai dengan laju perkembangan zaman. Menurut Harun Nasution, modernisasi mengandung arti pikiran, aliran, gerakan, dan usaha mengubah paham-paham, adat-istiadat, institusi lama untuk disesuaikan dengan keadaan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. 
   Modernisasi Islam di Indonesia muncul dari interaksi Islam Indonesia dengan masyarakat Islam di Timur Tengah. Dalam kondisi bangsa Indonesia yang sedang dijajah, muncullah gagasan nasionalisme yang dibarengi dengan pembaruan dalam bidang pendidikan. Nasionalisme yang menguat kembali di Indonesia berbuah berdirinya organisasi-organisasi sosial dan keagamaan. 
    Bangkitnya Islam di Indonesia mencerminkan kesadaran bangsa Indonesia akan lahirnya kembali semangat dalam meningkatkan pembaruan dalam bisang sosial, politik dan pendidikan. Abad XX merupakan awal munculnya gerakan Islam yang diwujudkan secara nyata dengan menggunakan media organisasi. Gagasan baru dilakukan dengan gerakan nyata dalam upaya mewujudkan kemerdekaan dan menciptakan dinamika Islam yang lebih maju.
A. Pengaruh Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia
    Islam merupakan agama yang pertama menyeru pada perubahan, atas apa dan bagaimana perlunya perubahan secara hanif untuk menuju pada kebenaran yang hakiki, dengan mengakui adanya perubahan menuju modernisasi. Gerakan pembaruan Islam telah berjalan melalui sejarah yang panjang. Perkembangan pembaruan Islam paling sedikit telah melewati beberapa tahapan yang berbeda.       Gerakan tersebut juga menyajikan model yang berbeda. Terdapat proses perpaduan yang berkesinambungan dalam berkembangnya proses pembaruan. Dampak pembaharuan dalam bidang politik dan pendidikan di Timur Tengah menjadi virus ampuh yang terus menyebar di Indonesia. Gejala ini memotivasi bangsa Indonesia untuk menghadirkan semangat baru dalam berpolitik dan membangun pendidikan yang lebih dinamis sesuai dengan tuntutan zaman.
     Gerakan pembaruan Islam di Indonesia mulai bergeliat di awal abad ke-20 M. Pengaruh gerakan Islam yang sudah berlangsung di Timur Tengah secara perlahan memberikan pengaruhnya di Indonesia. Gagasan Pan-Islamisme yang dicetuskan oleh Sayyid Jamaluddin Al-Afghani dipahami baik oleh tokoh-tokoh gerakan pembaruan di Indonesia. Gerakan ini berdampak luas terhadap munculnya gerakan nasionalisme di Indonesia sehingga masyarakat Indonesia tergerak untuk bangkit dan bersatu memperkuat ukhuwah islamiyah. 
Berbagai upaya pembaruan ditempuh oleh para ulama-ulama Indonesia. Munculnya organisasi-organisasi sosial keagamaan Islam telah menumbuhkan benih-benih nasionalisme dalam pengertian modern. Tokoh-tokoh organisasi juga menyadari betapa pentingnya lembaga pendidikan untuk menopang generasi muda penerus bangsa. Bangsa Indonesia mulai menyusun strategi untuk bangkit melawan penjajah. Umat Islam harus berperan aktif dalam perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan Indonesia. Gerakan pembaruan dalam bidang politik mulai bangkit dengan bersatunya berbagai organisasi sosial keagamaan di Indonesia. Para ulama dan tokoh organisasi dan masyarakat bahu membahu dan berjuang bersama melawan penjajah. Setelah para tokoh pembaru Islam berhasil memperbarui sistem pendidikan di Universitas Al-Azhar. Gaung Al-Azhar terus menggema ke seluruh penjuru dunia. 
    Pengaruh pembaruan dalam bidang pendidikan di Indonesia berhasil tergugah sehingga cara pandang bangsa Indonesia tergerak lebih maju. Perlahan dan pasti sistem pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dan pencerahan. Pendidikan tidak hanya difokuskan pada pembelajaran keagamaan, namun juga pembelajaran dalam bidang ilmu pengetahuan umum.

B. Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia
    Menurut Nurcholish Madjid modernisasi adalah pengertian yang identik, dengan pengertian rasionalisasi. Dan hal ini berartiproses perombakan pola berfikir dan tata kerja lama yangtidak aqliyah (rasional), dan menggantikannya dengan polaberfikir dan tata kerja baru yang aqliyah. Kegunaannya ialahuntuk memperoleh daya guna dan efisiensi yang maksimal.Jadi sesuatu dapat disebut modern kalau ia bersifat rasional,ilmiah dan bersesuaian dengan hukum-hukum yang berlakudalam alam.
     Di awal abad XX pemikiran pembaruan sudah mewarnai arus pemikiran gerakan
Islam di Indonesia. Namun melihat dari perkembangan pembaruan di Indonesia, pembaruan di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh pembaruan dari luar negeri. Hal tersebut diasumsikan bahwa pergerakan pembaruan yang terjadi di Indonesia banyak dipengaruhi oleh pemikiran nasionalisme kebangsaan. Pembaruandalam Islam juga diwujudkan dalam bentuk pendidikan. Pembaruan dalam pendidikan didasari argumentasi bahwa lembaga pendidikan merupakan media yang paling efektif untuk menumbuhkan gagasan-gagasan baru. 
    Pembaruan di Indonesia dipelopori oleh tokoh-tokoh organisasi keagamaan dan sosial, di antaranya KH. Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari (Nahdlatul Ulama) H. Ahmad Surkati (Al-Irshad), Zamzam (Persis). Para ulama tersebut banyak belajar ilmu agama di Indonesia dan menimba ilmu di Makkah. Di antara tokoh lainnya adalah HOS Tjokroaminoto (Syarekat Islam) yang dikenal menggali inspirasi dari ide-ide pembaruan Islam dari anak benua India.
  Ada beberapa jalur masuknya ide-ide pembaruan dari luar ke Indonesia, di antaranya adalah:
  1. Jalur haji dan mukim, yakni tradisi tokoh-tokoh umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji ketika itu bermukim untuk sementara waktu guna menimba dan memperdalam ilmu keagamaan atau pengetahuan lainnya. Sehingga ketika mereka kembali ke tanah air, kualitas keilmuan dan pengamalan keagamaan mereka umumnya semakin meningkat. Ide-ide baru yang mereka peroleh tak jarang kemudian juga mempengaruhi orientasi pemikiran dan dakwah mereka di tanah air. Kepulangan para ulama yang sudah pernah menimba ilmu di Makkah sangat kuat pengaruhnya di kalangan masyarakat Indonesia. Sehingga gerakan-gerakan pembaruan Islam yang dibawa oleh para ulama yang pulang dari Makkah berkembang dengan pesat.
  2. Jalur publikasi, yakni berupa jurnal atau majalah-majalah yang memuat ide-ide pembaruan Islam baik dari terbitan Mesir maupun Beirut. Wacana yang disuarakan media tersebut kemudian menarik muslim nusantara untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia bahkan lokal, seperti pernah muncul jurnal al-Imam, Neracha dan Tunas Melayu di Singapura, di Sumatera Barat juga terbit al-Munir.
  3. Peran mahasiswa yang sempat menimba ilmu di Timur Tengah. Para pemimpin gerakan pembaruan Islam awal di Indonesia hampir merata adalah alumni pendidikan Timur Tengah. Peran besar mahasiswa-mahasiswa alumni Timur Tengah sampai sekarang masih berjalan. Bisa dikatakan bahwa alumni-alumni dari Timur Tengah masih mendapatkan tempat khusus di kalangan masyarakat, khususnya kalangan akademik.
    Secara umum munculnya pembaruan Islam di Indonesia merupakan wujud respon terhadap kondisi bangsa Indonesia yang sedang mengalami invasi politik, kultural dan intelektual dari dunia Barat. Dalam situasi dan kondisi seperti itu muncul kesadaran nasional sebagai anak bangsa yang terjajah oleh penguasa asing dan tampaknya memicu kebersamaan untuk menempatkan prioritas nasional sebagai wujud kepeduliannya.
     Dengan demikian berkembangnya gerakan pembaruan Islam di Indonesia di tengah-tengah masyarakat, secara umum pada awal abad XX tersebut, corak gerakan keagamaan Islam di Indonesia dapat dibagi dengan beberapa kelompok sebagai berikut:
  1. Tradisionalis-konservatis, yakni mereka yang menolak kecenderungan westernisasi (pembaratan) dengan mengatasnamakan Islam yang secara pemahaman dan pengamalan melestarikan tradisi-tradisi yang bercorak lokal. Pendukung kelompok ini rata-rata dari kalangan ulama, tarekat dan penduduk pedesaan;
  2. Reformis-modernis, yakni mereka menegaskan relevansi Islam untuk semua lapangan kehidupan baik privat maupun publik. Islam dipandang memiliki karakter fleksibilitas dalam berinteraksi dengan perkembangan zaman;
  3. Radikal-puritan, seraya sepakat dengan klaim fleksibilitas Islam di tengah arus zaman, mereka enggan memakai kecenderungan kaum modernis dalam memanfaatkan ide-ide Barat. Mereka lebih percaya pada penafsiran yang disebutnya sebagai murni Islami. Kelompok ini juga mengkritik pemikiran dan cara-cara implementatif kaum tradisionalis. Sebagai pengayaan, menarik jika tipologi ini dikomparasikan dengan kasus gerakan Islam yang berkembang di Turki.
C. Organisasi-organisasi Islam di Indonesia
    Organisasi Islam di Indonesia adalah organisasi Islam di Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Keberadaaan organisasi-organisasi Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranannya pada zaman perjuangan kemerdekaan. Peranan para ulama Islam yang tergabung dalam berbagai organisasi akan perjuangan mencapai kemerdekaan sangat besar dan tidak bisa diabaikan. 
    Berikut ini adalah organisasi-organisasi Islam yang dibentuk pada masa sebelum kemerdekaan:

SILAHKAN AKSES DESKRIPSI ORGANISASI DI BLOG INI!



    


    

    

    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GERAKAN PEMBARUAN DALAM ISLAM

Definisi Pembaruan

FAKTOR-FAKTOR RUNTUHNYA DINASTI UMAYYAH DI DAMASKUS

    Sistem monarkhi yang dipakai dalam proses peralihan kepemimpinan juga turut memperparah kelemahan Bani Umayyah. Sistem yang mengatur pergantian khalifah melalui garis keturunan ini merupakan sesuatu yang baru bagi tradisi bangsa Arab yang lebih menekankan pada aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas dan menyebabkan terjadinya persaingan tidak sehat di kalangan istana. Sistem monarkhi juga memberi peluang kepada para putra mahkota untuk melakukan penyelewengan kekuasaan, seperti kolusi, korupsi, tidak disiplin dalam pekerjaan dan tidak dapat bertanggung jawab terhadap satu pekerjaan. Sikap hidup mewah di lingkungan istana membuat putra-putra mahkota khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Akhirnya yang terjadi adalah para pembesar lain, seperti pengawal istana, perdana menteri dan para qodhi-lah yang dapat mengendalikan pemerintahan. Sementara itu, para khalifah yang berkuasa tidak dapat mengambil tindakan hukum...

PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TOKOH-TOKOH ILMUWAN PADA MASA DAULAH UMAYYAH DI DAMASKUS

       Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman permulaan Islam termasuk masa Bani Umayyah I meliputi 3 bidang, yaitu: Diniyah/agama Tarikh/sejarah  Filsafat.        Pada masa itu kaum Muslimin memperoleh kemajuan yang sangat pesat. Tidak hanya penyebaran agama Islam, tetapi juga penemuan-penemuan ilmu lainnya. Pembesar Bani Umayyah memang tidak berupaya untuk mengembangkan peradaban lainnya, akan tetapi mereka secara khusus menyediakan dana tertentu untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Para khalifah mengangkat ahli-ahli cerita dan mempekerjakan mereka dalam lembaga-lembaga ilmu, berupa masjid-masjid dan lembaga lainnya yang disediakan oleh pemerintah. Kebijakan ini mungkin karena didorong oleh beberapa hal:  Pemerintah Bani Umayyah I dibina atas dasar kekerasan karena itu mereka membutuhkan ahli syair, tukang kisah dan ahli pidato untuk bercerita menghibur para khalifah dan pembesar istana.  Jiwa Bani Umayyah adalah jiwa ...